OPAC

IPB University E-Library

Online Catalog
Gizi Seimbang / Ali Khomsan; Alya Firdausi; Puspita Dewi; Dwikani Oklita; Ummi Khuzaimah; Desiana Firdaus

Detail koleksi

Gizi Seimbang / Ali Khomsan; Alya Firdausi; Puspita Dewi; Dwikani Oklita; Ummi Khuzaimah; Desiana Firdaus

Pengarang
Firdausi, Alya Dewi, Puspita Oklita, Dwikani Khuzaimah, Ummi Firdaus, Desiana
Jenis bahan
Monograf
Edisi
Cetakan 1, November 2023
Penerbitan
Bogor : IPB Press, 2023
Deskripsi fisik
x, 90 halaman : illustrasi ; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN
9786234678871
Subjek
Personal Health-- Nutrition
Abstrak
Pangan adalah kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi, pengabaian hak atas pangan dapat dikategorikan pelanggaran HAM. Oleh sebab itu, negara wajib menyediakan pangan bagi rakyatnya dengan harga terjangkau sehingga tujuan akhir berupa terbentuknya masyarakat yang sehat dapat terwujud. Diversifikasi (penganekaragaman) konsumsi pangan merupakan ruh dari implementasi gizi seimbang. Ada empat pilar gizi seimbang yaitu: mengonsumsi aneka ragam makanan, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan mempertahankan berat badan normal. Dalam hal diversifikasi konsumsi pangan pokok, bangsa Indonesia dikenal sebagai konsumen beras. Becermin pada negara-negara lain yang juga merupakan konsumen beras, maka kita harus menyadari bahwa mungkin kita menjadi bangsa pemakan nasi tertinggi di dunia. Bangsa Jepang adalah pemakan nasi seperti halnya kita, namun mereka hanya mengonsumsi beras sekitar 50 kg/kapita/tahun, sementara rakyat kita makan beras sekitar 80 kg/kapita/tahun. Orang-orang dengan tin
Catatan
Pangan adalah kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi, pengabaian hak atas pangan dapat dikategorikan pelanggaran HAM. Oleh sebab itu, negara wajib menyediakan pangan bagi rakyatnya dengan harga terjangkau sehingga tujuan akhir berupa terbentuknya masyarakat yang sehat dapat terwujud. Diversifikasi (penganekaragaman) konsumsi pangan merupakan ruh dari implementasi gizi seimbang. Ada empat pilar gizi seimbang yaitu | mengonsumsi aneka ragam makanan, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan mempertahankan berat badan normal. Dalam hal diversifikasi konsumsi pangan pokok, bangsa Indonesia dikenal sebagai konsumen beras. Becermin pada negara-negara lain yang juga merupakan konsumen beras, maka kita harus menyadari bahwa mungkin kita menjadi bangsa pemakan nasi tertinggi di dunia. Bangsa Jepang adalah pemakan nasi seperti halnya kita, namun mereka hanya mengonsumsi beras sekitar 50 kg/kapita/tahun, sementara rakyat kita makan beras sekitar 80 kg/kapita/tahun. Orang-orang dengan tingkat ekonomi tinggi dapat mengurangi konsumsi beras dan mereka mampu menggeser pola konsumsi pangannya ke arah nonberas. Sarapan tidak lagi harus dengan nasi tetapi diganti dengan sereal. Mereka juga mengonsumsi lauk pauk hewani yang lebih tinggi dan mampu menekan konsumsi beras. Mereka makan buah lebih banyak yang membuat perut kenyang tanpa harus makan nasi. ...
Akses online
https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131969
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
No Nama File Nama File Format Flash Format File Aksi