OPAC

IPB University E-Library

Online Catalog
Repong Damar / Sugeng P. Harianto; Bainah Sari Dewi; Rusita

Detail koleksi

Repong Damar / Sugeng P. Harianto; Bainah Sari Dewi; Rusita

Pengarang
Harianto, Sugeng P. Dewi, Bainah Sari Rusita
Jenis bahan
Monograf
Edisi
Edisi Pertama, Cet. ke-1
Penerbitan
Yogyakarta : Plantaxia, ©2016
Deskripsi fisik
xvi, 259 halaman : Ilustrasi ; 25 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN
978-602-6912-39-8
Subjek
Forestry-- Forest Botani
Abstrak
Repong Damar adalah bentuk kearifan lokal yang dimiliki Indonesia dalam pengelolaan sistem agroforestry kompleks yang melibatkan masyarakat dengan hukum adatnya yang beranggapan bila menebang Damar Mata Kucing maka akan berakibat buruk terhadap keluarga. Bila Memperkaya kebun damarnya dengan menanam tanaman buah lainnya seperti duku, duren, jengkol, petai, manggis, maka masyarakat meyakini akan berdampak melimpahnya getah damar yang akan mereka panen kelak. Kearifan lokal ini mengantarkan Repong Damar di Krui Pesisir Barat menjadi kebun Damar Mata Kucing yang melegenda sampai beberapa generasi dengan pemanfaatan pengambilan getah damar secara rutin oleh masyarakat setempat, dengan kearifan tidak boleh menebang pohon damar dan menanam tanaman buah untuk hasil sampingan dari kebun damar. Masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya bahkan sampai kebutuhan pendidikan putra-putri pengelola, sampai anak cucu pengelola, dengan panen getah damar yang rutin mereka sadap sebulan 1-2 kali. Hutan tetap lestari dengan r
Catatan
Repong Damar adalah bentuk kearifan lokal yang dimiliki Indonesia dalam pengelolaan sistem agroforestry kompleks yang melibatkan masyarakat dengan hukum adatnya yang beranggapan bila menebang Damar Mata Kucing maka akan berakibat buruk terhadap keluarga. Bila Memperkaya kebun damarnya dengan menanam tanaman buah lainnya seperti duku, duren, jengkol, petai, manggis, maka masyarakat meyakini akan berdampak melimpahnya getah damar yang akan mereka panen kelak. Kearifan lokal ini mengantarkan Repong Damar di Krui Pesisir Barat menjadi kebun Damar Mata Kucing yang melegenda sampai beberapa generasi dengan pemanfaatan pengambilan getah damar secara rutin oleh masyarakat setempat, dengan kearifan tidak boleh menebang pohon damar dan menanam tanaman buah untuk hasil sampingan dari kebun damar. Masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya bahkan sampai kebutuhan pendidikan putra-putri pengelola, sampai anak cucu pengelola, dengan panen getah damar yang rutin mereka sadap sebulan 1-2 kali. Hutan tetap lestari dengan repong damar yang dikelola dengan baik oleh masyarakat lokal Krui. Dan masyarakat Krui termasuk golongan sejahtera dengan penghasilan utama dari Damar Mata Kucingnya.
Akses online
-
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
No Nama File Nama File Format Flash Format File Aksi