Abstrak
Dua abad setelah Perang Jawa meletus, Glonggong menghadirkan sisi lain dari sejarah—bukan dari sudut pandang bangsawan atau penjajah, tapi dari suara rakyat kecil yang nyaris tak pernah dicatat. Ia bukan tokoh besar, hanya satu dari banyak jiwa yang terlu