Pengarang
Utami, Sitawati Ken
Edisi
Cetakan 1, September 2023
Penerbitan
Bogor : IPB Press, 2023
Deskripsi fisik
xii, 104 halaman : illustrasi ; 15 cm
Subjek
History-- Cultural history
Abstrak
Mari lestarikan identitas bangsa masing-masing. Kebaya berpasangan dengan kain selalu mengingatkan masa kecil saya pada sosok ibu. Karena kebaya adalah pakaian ibu sehari-hari. Pada waktu itu, hamper semua ibu-ibu tetangga juga memakai kain dan kebaya setiap hari. Namun pada waktu itu kakak-kakak perempuan saya semua memakai gaun atau rok. Demikian juga teman-teman sebaya mereka. Jadi, secara umum dapat dikatakan bahwa pada saat itu generasi tua memekai kain dan kebaya, sedangkan generasi muda memakai gaun atau rok. Meskipun demikian, pada hari-hari istimewa, misalnya hari pernikahan, kain dan kebaya, lengkap dengan sanggulnya, tetap dipakai hamper semua Wanita. Sekarang ini, kain dan kebaya Kembali menjadi popular, mungkin seiring dengan semakin gencarnya pengaruh pakaian asing yang masuk. Terima kasih kepada komunitas-komunitas pelestati budaya dan kesenian yang telah berjuang dengan gigih menyasarkan masyarakat untuk melestarikan kain dan kebaya yang merupakan identitas bangs akita. Pelestarian ini adalah
Catatan
Mari lestarikan identitas bangsa masing-masing. Kebaya berpasangan dengan kain selalu mengingatkan masa kecil saya pada sosok ibu. Karena kebaya adalah pakaian ibu sehari-hari. Pada waktu itu, hamper semua ibu-ibu tetangga juga memakai kain dan kebaya setiap hari. Namun pada waktu itu kakak-kakak perempuan saya semua memakai gaun atau rok. Demikian juga teman-teman sebaya mereka. Jadi, secara umum dapat dikatakan bahwa pada saat itu generasi tua memekai kain dan kebaya, sedangkan generasi muda memakai gaun atau rok. Meskipun demikian, pada hari-hari istimewa, misalnya hari pernikahan, kain dan kebaya, lengkap dengan sanggulnya, tetap dipakai hamper semua Wanita. Sekarang ini, kain dan kebaya Kembali menjadi popular, mungkin seiring dengan semakin gencarnya pengaruh pakaian asing yang masuk. Terima kasih kepada komunitas-komunitas pelestati budaya dan kesenian yang telah berjuang dengan gigih menyasarkan masyarakat untuk melestarikan kain dan kebaya yang merupakan identitas bangs akita. Pelestarian ini adalah tanggung jawab masing-masing bangsa, agar ke depan, identitas masing-masing tetap terpelihara. Baik itu identitas Cina, Arab, Indonesia, dan lain-lain. Berkain kebaya bukan semata karena fashion atau melestarikan busana Nusantara, namun meneguhkan karakter perempuan Indonesia yang tangguh sekaligus luwes menghadapi berbagai situasi, serta menerima keberagaman dengan sukacita.