Pengarang
Wariyanti
Nelwan, Leopold Oscar (Pembimbing I)
Sutrisno, Sutrisno (Pembimbing II)
Penerbitan
Bogor : IPB University, 2022
Deskripsi fisik
xiii, 49 halaman : Ilustrasi ; 29 cm.
Subjek
Teknologi Pertanian-- Teknologi Pascapanen
Agricultural operation-- Post harvest technology-- 2021-- Bogor - Jawa Barat
Abstrak
Petani bawang merah umumnya melakukan produksi benih secara mandiri dengan menyimpan hasil panennya untuk beberapa waktu hingga masa dormannya berakhir. Untuk menghindari kerusakan benih selama penyimpanan, petani bawang merah harus melakukan penjemuran (curing) hingga bagian pangkal daun kering, sehingga tidak dapat digunakan mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembangbiak. Akan tetapi, penjemuran saja dirasa kurang cukup, busuk selama penyimpanan masih umum terjadi, terutama pada saat musim penghujan. Patogen penyebab busuk umbi sangat mungkin merupakan cendawan yang terbawa dari lahan ke proses pascapanen. Pengasapan dapat menjadi alternatif solusi untuk masalah tersebut. Asap yang berasal dari pembakaran kayu mempunyai aktivitas antimikroba dan telah banyak diteliti dapat mempengaruhi dormansi serta mutu fisiologis benih. Proses pembakaran biomassa menghasilkan asap yang mengandung berbagai macam komponen kelompok senyawa karbonil (formaldehid, aldehid, dan alkohol), fenolik, asam, hidrokarbon, dan terpena
Catatan
Tesis (Magister). -- IPB University, 2022
Akses online
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112062