Pengarang
Arfiyunanto
Daryanto, Arief (Pembimbing I)
Harianto (Pembimbing II)
Penerbitan
Bogor : IPB University, 2022
Deskripsi fisik
vii, 96 halaman : Ilustrasi ; 29 cm.
Subjek
Sekolah Bisnis-- Manajemen dan Bisnis
Business Management-- Business strategy-- Bekasi - Jawa Barat
Abstrak
Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia mengekspor sebagian besar produknya ke pasar global. Pemerintah berupaya mendorong hilirisasi industri sawit di dalam negeri melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 136 Tahun 2015 mengenai tarif ekspor progresif. Pelaku usaha merespon dengan menambah kapasitas pabrik atau mendirikan pabrik baru untuk memproduksi dan meningkatkan ekspor turunan minyak sawit salah satunya minyak goreng sawit. Pemerintah di sisi lain menerbitkan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2015 tentang moratorium penundaan ijin baru pembukaan hutan alam primer dan gambut yang membatasi pembukaan lahan sawit dan berakibat semakin terbatasnya suplai bahan baku minyak sawit bagi industri minyak goreng dalam negeri. Kondisi-kondisi tersebut mempengaruhi tingkat persaingan usaha dalam industri minyak goreng di Indonesia. Kementerian Pertanian (2017) menerbitkan data tingkat pertumbuhan tahunan penggunaan minyak goreng (sawit) untuk makanan sebesar 25,90% sebagai peluang untuk direbut
Catatan
Tesis (Magister). -- IPB University, 2022
Akses online
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111904