Pengarang
Musyaffa, Muhammad Falikhul
Soviana, Susi (Pembimbing I)
Budi Retnani, Elok (Pembimbing II)
Penerbitan
Bogor : IPB Universtity, 2021
Deskripsi fisik
xii, 24 Halaman : Ilustrasi ; 29 cm.
Subjek
Sekolah Pascasarjana-- Parasitologi dan Entomologi Kesehatan
Parasitologi dan Entomologi Kesehatan-- Insect-- 2021-- Bogor
Abstrak
Kematian burung liar telah terjadi di beberapa negara karena keracunan berbagai golongan insektisida akibat memakan hasil pertanian atau serangga hama yang terpapar insektisida. Fenomena ini diikuti dengan perpanjangan waktu dekomposisi bangkai akibat kematian serangga dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suksesi serangga pada burung yang keracunan tiga golongan insektisida (karbamat, organofosfat dan piretroid). Penelitian ini dilakukan di Kampus IPB Dramaga, IPB University, Bogor, Indonesia. Satu ekor burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) digunakan sebagai kontrol yang dibunuh dengan cara dislokasi leher (cervical dislocation) secara manual dan tiga ekor burung yang masing masing diberi insektisida karbamat, organofosfat, dan piretroid dosis akut secara peroral. Bangkai burung ditempatkan dalam perangkap serangga, dan selanjutnya serangga yang masuk perangkap dikoleksi setiap 6 jam selama 24 jam, sejak hari pertama peletakan bangkai hingga proses dekomposisi bangkai mencapai skeletal st
Catatan
Tesis(Magister),-- IPB University, 2021
Akses online
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109326