Pengarang
Agustin, Mayang
Rahmat, Ayi (Pembimbing I)
Hestirianoto, Totok (Pembimbing II)
Penerbitan
Bogor : IPB Universtity, 2021
Deskripsi fisik
xii, 30 Halaman : Ilustrasi ; 29 cm.
Subjek
Marine Science and Technology-- Goramy-- 2021-- Kab. Bogor - Jawa Barat
Abstrak
Ikan gurame (Osphronemus goramy) mengalami perubahan kebiasaan makan dan aktif berenang ke permukaan serta dasar perairan. Hidroakustik merupakan teknologi yang digunakan untuk mendeteksi kondisi bawah air. Simrad EK-15 merupakan alat instrumen hidroakustik single beam yang digunakan untuk mengetahui nilai target strength. Target strength dipengaruhi oleh pergerakan dan gelembung renang ikan. Simrad EK-15 dengan frekuensi 200 kHz digunakan dalam penelitian untuk mengukur nilai target strength. Serangkaian percobaan dilakukan untuk mengetahui variasi nilai target strength dan titik puncak target strength dalam kaitannya dengan tilt-angle. Panjang total gurame 1,2,3 berturut-turut yaitu 26 cm, 29.9 cm dan 32.3 cm. Berdasarkan metode tethered. Gurame 1 memiliki titik puncak rata-rata target strength sebesar -40.416 dB. Gurame 2 memiliki titik puncak rata-rata target strength sebesar -36.849 dB. Gurame 3 memiliki titik puncak rata- rata target strength sebesar -35.836 dB. Pada gurame 1 rata-rata target strength t
Catatan
Ikan gurame (Osphronemus goramy) mengalami perubahan kebiasaan makan dan aktif berenang ke permukaan serta dasar perairan. Hidroakustik merupakan teknologi yang digunakan untuk mendeteksi kondisi bawah air. Simrad EK-15 merupakan alat instrumen hidroakustik single beam yang digunakan untuk mengetahui nilai target strength. Target strength dipengaruhi oleh pergerakan dan gelembung renang ikan. Simrad EK-15 dengan frekuensi 200 kHz digunakan dalam penelitian untuk mengukur nilai target strength. Serangkaian percobaan dilakukan untuk mengetahui variasi nilai target strength dan titik puncak target strength dalam kaitannya dengan tilt-angle. Panjang total gurame 1,2,3 berturut-turut yaitu 26 cm, 29.9 cm dan 32.3 cm. Berdasarkan metode tethered. Gurame 1 memiliki titik puncak rata-rata target strength sebesar -40.416 dB. Gurame 2 memiliki titik puncak rata-rata target strength sebesar -36.849 dB. Gurame 3 memiliki titik puncak rata- rata target strength sebesar -35.836 dB. Pada gurame 1 rata-rata target strength tertinggi pada sudut 45° atau ke arah vertikal. Pada gurame 2 dan 3 rata-rata target strength pada sudut gurame 0° atau horizontal lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata target strength gurame pada sudut ke arah vertikal. Target strength rata-rata yang lebih tinggi dapat dijelaskan oleh pengaruh sudut kemiringan pada data target strength keseluruhan. Hasilnya dapat digunakan untuk memahami pengaruh sudut kemiringan terhadap target strength.
Akses online
https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108594