Pengarang
Salimah, Winada Fajar
Rachmina, Dwi (Pembimbing I)
Dewi, Triana GIta (Pembimbing II)
Penerbitan
Bogor : IPB University, 2021
Deskripsi fisik
40 halaman : ilustrasi ; 29 cm
Subjek
Fakultas Ekonomi dan Manajemen-- Agribisnis
Agribusiness-- analysis marketable-- 2021-- Kecamatan Bawang - Jawa Tengah
Abstrak
Padi merah memiliki nilai kandungan gizi yang lebih baik dari padi putih, sehingga harga beras merah lebih tinggi dibanding beras putih. Harga merupakan daya tarik bagi petani untuk menjual produknya. Marketable surplus digunakan untuk mengetahui kemampuan petani dalam mengalokasikan hasil panennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketable surplus padi merah, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi marketable surplus padi merah, dan menganalisis pendapatan tunai petani padi merah. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, analisis marketable surplus, analisis model regresi faktor-faktor yang memengaruhi marketable surplus, dan analisis pendapatan tunai. Hasil analisis marketable surplus padi merah relatif kecil yaitu 11,56 persen. Selain untuk konsumsi rumah tangga, alokasi hasil panen padi merah yang cukup besar yaitu untuk keperluan sumbang sokong mencapai 35,33 persen. Marketable surplus padi merah dipengaruhi secara positif signifikan oleh variabel luas lahan. Analisis pendapat
Catatan
Padi merah memiliki nilai kandungan gizi yang lebih baik dari padi putih, sehingga harga beras merah lebih tinggi dibanding beras putih. Harga merupakan daya tarik bagi petani untuk menjual produknya. Marketable surplus digunakan untuk mengetahui kemampuan petani dalam mengalokasikan hasil panennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketable surplus padi merah, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi marketable surplus padi merah, dan menganalisis pendapatan tunai petani padi merah. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, analisis marketable surplus, analisis model regresi faktor-faktor yang memengaruhi marketable surplus, dan analisis pendapatan tunai. Hasil analisis marketable surplus padi merah relatif kecil yaitu 11,56 persen. Selain untuk konsumsi rumah tangga, alokasi hasil panen padi merah yang cukup besar yaitu untuk keperluan sumbang sokong mencapai 35,33 persen. Marketable surplus padi merah dipengaruhi secara positif signifikan oleh variabel luas lahan. Analisis pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan atas biaya tunai atau pendapatan tunai memiliki nilai negatif artinya usahatani padi merah tidak memberikan imbalan bagi petani. Hasil analisis R/C rasio menunjukkan usahatani padi merah tidak efisien.
Akses online
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108500