Pengarang
Yakub, Jens
Hadi, Yusuf Sudo (Pembimbing I)
Penerbitan
Bogor : IPB University, 2021
Deskripsi fisik
x, 23 halaman : ilustrasi ; 29 cm.
Subjek
Fakultas Kehutanan-- Hasil Hutan
Foresty Product-- Jabon Wood Glulam-- 2021-- Bogor - Jawa Barat
Abstrak
Kondisi pohon cepat tumbuh memiliki sifat dan mutu yang rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas sifat fisis dan mekanis glulam kayu jabon dengan perlakuan impregnasi polistirena. Impregnasi dilakukan dengan metode vakum sebesar 60 cmHg dan ditekan sebesar 10 kg.cm-2 masing-masing selama 30 menit. Glulam dibuat berukuran 1,6 x 5 x 80 cm3 (tebal x lebar x panjang) dan direkatkan menggunakan perekat isosianat dengan berat labur sebesar 280 g.m-2. Setelah itu dikempa dengan tekanan spesifik 67,8 J selama 3 jam. Pengujian sifat fisis, mekanis dan delaminasi mengacu pada JAS 234: 2003. Hasil pengujian kadar air dan kerapatan berturutturut berkisar antara (11,43-12,70) % dan (0,31-0,37) g.cm-3, sedangkan Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), keteguhan rekat, dan kekerasan (Hardness) berturut-turut sebesar (45.211-93.378) kg.cm-2, (372-389) kg.cm-2, (42-53) kg.cm-2, (172-253) kg.cm-2 dan pengujian delaminasi berkisar (2,52-3,00) %. Perlakuan impregnasi polistirena dapat meningkatkan si
Catatan
Kondisi pohon cepat tumbuh memiliki sifat dan mutu yang rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas sifat fisis dan mekanis glulam kayu jabon dengan perlakuan impregnasi polistirena. Impregnasi dilakukan dengan metode vakum sebesar 60 cmHg dan ditekan sebesar 10 kg.cm-2 masing-masing selama 30 menit. Glulam dibuat berukuran 1,6 x 5 x 80 cm3 (tebal x lebar x panjang) dan direkatkan menggunakan perekat isosianat dengan berat labur sebesar 280 g.m-2. Setelah itu dikempa dengan tekanan spesifik 67,8 J selama 3 jam. Pengujian sifat fisis, mekanis dan delaminasi mengacu pada JAS 234 | 2003. Hasil pengujian kadar air dan kerapatan berturutturut berkisar antara (11,43-12,70) % dan (0,31-0,37) g.cm-3, sedangkan Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), keteguhan rekat, dan kekerasan (Hardness) berturut-turut sebesar (45.211-93.378) kg.cm-2, (372-389) kg.cm-2, (42-53) kg.cm-2, (172-253) kg.cm-2 dan pengujian delaminasi berkisar (2,52-3,00) %. Perlakuan impregnasi polistirena dapat meningkatkan sifat fisis glulam tetapi tidak sifat mekanisnya, sehingga glulam terimpregnasi polistirena tidak cocok untuk konstruksi berat melainkan untuk konstruksi ringan. Glulam perlakuan kontrol memiliki sifat mekanis yang lebih baik jika dibandingkan dengan glulam terimpregnasi polistirena dan kayu solid.
Akses online
https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108231