OPAC

IPB University E-Library

Online Catalog
Babak Baru Pariwisata :  Geliat Pariwisata & Industri MICE Pasca-Pandemi / Antoni Ludfi Arifin; Nabil Djaidi; Naufal Mahfudz; Cris Kuntadi; R. Ridha Wirahman Padmakusumah; Ema Nurzainul Hakimah; Herman; Himawan Sardju; Tri Siwi Agustina

Detail koleksi

Babak Baru Pariwisata : Geliat Pariwisata & Industri MICE Pasca-Pandemi / Antoni Ludfi Arifin; Nabil Djaidi; Naufal Mahfudz; Cris Kuntadi; R. Ridha Wirahman Padmakusumah; Ema Nurzainul Hakimah; Herman; Himawan Sardju; Tri Siwi Agustina

Pengarang
Arifin, Antoni Ludfi Djaidi, Nabil Mahfudz, Naufal Kuntadi, Cris Padmakusumah, R. Ridha Wirahman Hakimah, Ema Nurzainul Herman Sardju, Himawan Agustina, Tri Siwi
Jenis bahan
Monograf
Edisi
Cetakan 1, Agustus 2023
Penerbitan
Bogor : IPB Press, 2023
Deskripsi fisik
x, 132 halaman : illustrasi ; 21 cm
Bahasa
Tidak tersedia
ISBN
9786234678710
Subjek
Economics-- Ecomic sector
Abstrak
Tahun 2019-2021 adalah masa-masa sulit bagi industry pariwisata global sebagai akibat pandemic Covid-19. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah, pembatasan perjalanan domestic dan internasional penutupan berbagai fasilitas public, telah membuat angka wisatawan merosot drastic> Di samping itu, ketidakpastian mengenai kemungkinan penyebaran virus telah membuat banyak orang menghindari bepergian untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan sehingga membuat ekonomi semakin terpuruk. Akibatnya, banyak bisnis pariwisata terpaksa mengalami penurunan pendapatan yang signifikan atau bahkan gulung tikat. Di seluruh dunia, jutaan orang kehilangan pekerjaan mereka di sector pariwisata, dari pemandu wisata hingga karyawan hotel. Negara-negara yang bergantung pada industry pariwisata sebagai sumber pendapatan utama mengalami kesulitas serius, seperti negara-negara di Karibia, Asia Tenggara, dan Eropa Selatan. Kondisi serupa juga dirasakan para pelaku usaha pariwisata di Indonesia
Catatan
Tahun 2019-2021 adalah masa-masa sulit bagi industry pariwisata global sebagai akibat pandemic Covid-19. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah, pembatasan perjalanan domestic dan internasional penutupan berbagai fasilitas public, telah membuat angka wisatawan merosot drastic> Di samping itu, ketidakpastian mengenai kemungkinan penyebaran virus telah membuat banyak orang menghindari bepergian untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan sehingga membuat ekonomi semakin terpuruk. Akibatnya, banyak bisnis pariwisata terpaksa mengalami penurunan pendapatan yang signifikan atau bahkan gulung tikat. Di seluruh dunia, jutaan orang kehilangan pekerjaan mereka di sector pariwisata, dari pemandu wisata hingga karyawan hotel. Negara-negara yang bergantung pada industry pariwisata sebagai sumber pendapatan utama mengalami kesulitas serius, seperti negara-negara di Karibia, Asia Tenggara, dan Eropa Selatan. Kondisi serupa juga dirasakan para pelaku usaha pariwisata di Indonesia
Akses online
-
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
No Nama File Nama File Format Flash Format File Aksi