Pengarang
Kwatrina, Rozza Tri
Erniwati
Purnamasari, Intan
Putri, Marini Machdi
Edisi
Cetakan 1, September 2023
Penerbitan
Bogor : IPB Press, 2023
Deskripsi fisik
xx, 184 halaman : illustrasi ; 25 cm
Subjek
Conservation-- Wildlife conservation
Abstrak
Dalam rangka pelestarian keanekaragaman hayati di perkebunan kelapa sawit, baik RSPO maupun ISPO telah mewajibkan setiap kebun kelapa sawit menyisihkan areal yang bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV). Areal HCV atau yang lebih dikenal dengan istilah NKT (Nilai Konservasi Tinggi) pada prinsipnya merupakan areal yang masih bertutupan hutan alami. Andaipun tidak, maka manajemen kebun sawit harus melakukan penanaman dengan jenis-jenis pohon unggulan setempat. Sejauh mana areal NKT tersebut berhasil dalam mempertahankan atau melestarikan keanekaragam jenis hayati sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, penyusunan buku ini penting untuk dilakukan. Ada 2 kata kunci penting sebagai penyusun judul buku ini, yakni kata “satwa liar” dan “NKT” (areal dengan Nilai Konservasi Tinggi). Pemilihan satwa liar sebagai objek bahasan didasarkan atas status dan perannya yang sangat penting dalam ekosistem. Satwa liar merupakan salah satu unsur biotik di ekosistem yang memiliki beberapa pe
Catatan
Dalam rangka pelestarian keanekaragaman hayati di perkebunan kelapa sawit, baik RSPO maupun ISPO telah mewajibkan setiap kebun kelapa sawit menyisihkan areal yang bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV). Areal HCV atau yang lebih dikenal dengan istilah NKT (Nilai Konservasi Tinggi) pada prinsipnya merupakan areal yang masih bertutupan hutan alami. Andaipun tidak, maka manajemen kebun sawit harus melakukan penanaman dengan jenis-jenis pohon unggulan setempat. Sejauh mana areal NKT tersebut berhasil dalam mempertahankan atau melestarikan keanekaragam jenis hayati sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, penyusunan buku ini penting untuk dilakukan. Ada 2 kata kunci penting sebagai penyusun judul buku ini, yakni kata “satwa liar” dan “NKT” (areal dengan Nilai Konservasi Tinggi). Pemilihan satwa liar sebagai objek bahasan didasarkan atas status dan perannya yang sangat penting dalam ekosistem. Satwa liar merupakan salah satu unsur biotik di ekosistem yang memiliki beberapa peran penting, baik dalam menjaga keseimbangan siklus energi atau lebih dikenal dengan rantai makanan (food chain) maupun peran lainnya seperti antara lain penyebar biji (seed dispersal) dan penyerbuk. Dalam rantai makanan terdapat beberapa tingkatan trofik yang ditempati oleh satwa liar dan tumbuhan.