Pengarang
Shabrina, Erfin
Briawan, Dodik (Pembimbing I)
Ekayanti, Ikeu (Pembimbing II)
Riyadina, Woro (Pembimbing III)
Abstrak
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak dikaitkan dengan risiko penyakit tidak menular. Prevalensi obesitas di Indonesia menunjukkan trend yang meningkat dari 10,5% pada tahun 2007, meningkat menjadi 14,8% pada tahun 2013, dan menjadi 21,8% pada tahun 2018 (Kemenkes RI 2018). Peningkatan kasus obesitas di Indonesia salah satunya disebakan oleh adanya pertumbuhan ekonomi yang salah satunya berdampak pada asupan gula, garam, dan lemak (Oddo et al. 2019). Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang, asupan gula tidak lebih dari 50 g/orang/hari, natrium tidak lebih dari 2000 mg atau setara dengan 5 g/orang/hari, dan lemak tidak lebih dari 67 g/orang/hari. Berdasarkan Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014, menunjukkan bahwa sebesar 29,7% penduduk Indonesia mempunyai asupan gula, garam, dan lemak melebihi rekomendasi. Meskipun penelitian tentang gula, natrium, dan lemak telah dilakukan sebelumnya, penelitian terkait asupan gula, natrium, dan lemak secara longitudinal pada populasi yang b